wEb sEARch

Jumat, 30 April 2010

Kucing jatuh 26 Lantai




Salah satu keistimewaan kucing adalah, bila terjatuh dari tempat tinggi, ia bisa mendarat di atas keeempat kakinya. Tapi jangan mengira kucing bisa selamat bila terjatuh dari ketinggian berapapun. Sebagian besar kucing akan mengalami cidera ringan hingga patah kaki bila terjatuh dari ketinggian sekitar 4-7 meter.

Lalu bagaimana bila kucing jatuh dari apartemen lantai 26 ? bisa dipastikan sang kucing akan mengalami kematian. Semakin tinggi tempat jatuh akan menyebabkan semakin tinggi pula kecepatan jatuh, berakibat semakin keras juga benturan pada saat mendarat.

Lain halnya dengan Lucky. Sesuai namanya, Lucky adalah seekor kucing yang sangat beruntung. Ia bisa selamat setelah terjatuh dari lantai 26 sebuah apartemen di New York.

Keri Hostetler, pemilik Lucky sedang membersihkan apartemennya, karena akan kedatangan tamu. Ia membuka jendela apartemennya beberap inci agar udara segar bisa masuk. Tanpa sepengetahuan Keri, kucing kesayangannya, Lucky, kucing jantan berumur 3 tahun dengan warna hitam-abu tabby berhasil menyelinap keluar.

Ketika sadar, Keri bergegas ke arah jendela dan melihat dua orang pembersih jendela di gedung sebelah melambai-lambaikan tangan padanya. Rupanya Lucky yang menyelinap melalui jendela, terpeleset dan jatuh. John Hayes yang sedang membersihkan jendela di gedung seberang kebetulan membawa kamera dan sempat membuat foto saat Lucky terjatuh.

Setelah melayang jatuh sejauh 26 lantai, Lucky mendarat di lantai semen sebuah balkon, Setelah mendapat tanda dari para pembersih jendela, Keri sadar apa yang telah terjadi, bergegas turun dan menemukan Lucky sedang meringkuk di atas tutup alat panggang

Ia segera membawa Lucky ke rumah sakit hewan terdekat. Setelah diperiksa, Lucky tidak mengalami luka serius yang mengancam nyawa, kecuali luka kecil pada kaki dan patah pada rahang bawah. Menurut Keri, Lucky memang selalu beruntung sejak ia masih kecil. Ia memperlakukan Lucky seperti anaknya, bagian dari keluarganya. Ia bersumpah tidak akan pernah lagi membuka jendelanya.
Festival Tahunan Makan Kucing di Peru




Seberapa lezat Daging kucing anda?
Apakah daging kucing sehat dan lezat bagi anda?


Sebuah festival budaya di Peru menyulut kemarahan dari kelompok pembela hak-hak hewan.

Festival tersebut merayakan kucing sebagai makanan yang lezat dan bergizi serta kelebihan daging kucing yang berfungsi sebagai afrodisiak (meningkatkan kesuburan).

Festival kucing tersebut berlangsung setiap tahun selama dua hari. Diadakan di dekat Lima, ibu kota negara Peru. Pada festival tersebut penduduk lokal mengkonsumsi kucing yang digoreng, termasuk juga kaki dan ekornya. Harian Inggris menyebutkan, penduduk lokal tersebut mempercayai daging kucing dapat menyembuhkan penyakit infeksi bronkus (penyakit pernafasan).

Seorang nenek berusia 63 tahun dengan 17 anak dan 70 cucu, menerangkan kepada stasiun TV dari Spanyol, bahwa kesuburannya tetap terjaga karena mengkonsumsi daging kucing.

Festival yang diadakan di akhir september ini dikecam masyarakat yang pemerhati hewan. Seorang Juru bicara PETA (People for Ethical Treatment of Animals) berpendapat, Tindakan warga Peru yang mengkonsumsi daging kucing karena dipercaya dagingya dapat menyembuhkan bronkhitis tersebut, sama anehnya dengan penduduk Asia yang mengkonsumsi otak monyet untuk menyembuhkan impotensi.
Puluhan Kucing Mati Mendadak





TASIKMALAYA,
Warga Kp. Galumpit, Desa Purwarahayu, Kec. Taraju mengaku resah karena puluhan kucing peliharaan mereka mati secara mendadak. Warga khawatir penyakit yang menyerang kucing tersebut bisa menyerang manusia, seperti halnya flu babi atau pun flu burung yang bisa menular pada manusia.

Di Kp. Galumpit lebih dari 10 kucing milik warga mati mendadak. Warga merasa heran dengan kejadian ini karena kucing-kucing itu tidak makan racun dan tidak keluar rumah. Peristiwa serupa terjadi pula di Kp. Panguyuhan yang merupakan kampung tetangga, sehingga menimbulkan kekhawatiran.

Polisi Desa Purwarahayu, Juanda kepada "Gala Media", Minggu (27/9) mengatakan, berdasarkan laporan warga yang masuk ke pihak desa, di Kp. Galumpit ada 10 ekor kucing yang mati mendadak. Namun menurut kabar banyak juga kucing yang mati, tetapi tidak dilaporkan karena dianggap biasa.

"Memang saat ini warga mulai khawatir, takut menular pada manusia. mereka ingin ada penelitian lebih lanjut terhadap peristiwa itu," ungkapnya.

Ny. Saonah (55), warga Kp. Galumpit mengatakan, empat kucing peliharaannya yang sering menunggu lumbung padi miliknya ditemukan sudah mati. Padahal sehari sebelumnya kucing-kucing tersebut tampak sehat.

"Sontenna ucing teh katingali masih keneh jagjag, mung pas ditingali enjing-enjing tos gempar, jalengker sadayana. Padahal eta ucing teh teu dipasihan nu aneh-aneh," ungkapnya. Warga lainnya, Emar, Ejen, dan Nana juga mendapati kucing peliharaan penjaga goah miliknya mati mendadak. Padahal kucing tersebut tidak mengalami sakit terlebih dahulu.

Menurut keterangan warga, penyakit aneh yang menyerang kucing ini awalnya menyerang satu ekor kerbau milik warga setempat yang juga mati mendadak sekitar tiga hari lalu. Untungnya kerbau tersebut masih bisa dimanfaatkan dagingnya, karena saat sekarat diketahui warga yang langsung menyembelihnya.

Sebelumnya diketahui, kerbau tersebut mengeluarkan banyak darah dari mulutnya hingga akhirnya sekarat. Setelah itu dagingnya dikonsumsi warga. Keesokan harinya warga yang memiliki kucing peliharaan kaget saat melihat kucing mereka di sekitar pabeasan sudah tidak bernyawa.

"Bisa jadi kucing-kucing liar pun banyak yang mati, bahkan tidak menutup kemungkinan kematian kucing tersebut menyebar ke kampung lain, hanya saja mereka tidak melaporkan kejadian itu ke desa," ujar Juanda, Polisi Desa Purwarahayu.

Dikatakan, warga saat ini sangat mengharapkan agar Dinas Peternakan meneliti penyebab kematian kucing tersebut dan jangan sampai menular pada manusia.

Gen kucing

Perbedaan utama antara kucing rumahan dan kucing liar adalah perilaku mereka. Kucing rumahan hidup berkelompok dan pada umumnya tidak takut manusia. Karena analisa perilaku terhadap kelompok-kelompok kucing nyaris mustahil dilakukan, maka tim peneliti internasional menyelidiki dari sisi genetisnya.

Carlos Driscoll dari National Cancer Institute dan rekan-rekannya menganalisa materi genetis dari hampir 1000 ekor kucing, termasuk kucing-kucing rumahan dan jenis subspesies kucing-kucing liar, seperti kucing liar Eropa, kucing liar Timur Dekat, kucing liar Asia Tengah, kucing liar Afrika Selatan, dan kucing gurun China.

Mereka menemukan bahwa masing-masing kelompok mewakili sebuah subspesies kucing liar yang disebut Felis silvestris. Sedangkan DNA dari kucing rumahan cocok dengan DNA milik subspesies kucing liar Timur Dekat, Felis silvestris lybica, yang hidup di gurun-gurun terpencil Israel dan Arab Saudi.

Keluarga kucing

Adapun kucing-kucing itu - baik yang rumahan maupun yang liar - berasal dari satu leluhur yang sama. leluhur yang menurunkan mereka muncul lebih awal dari dugaan semula, yakni sekitar 130.000 tahun lalu.

Namun, menurut perkiraan, keturunan dari leluhur kucing tersebut mungkin mengambil dua jalan berbeda saat menyebar dari Timur Tengah. Satu kelompok melalui Mesir, sedangkan kelompok lain berjalan dari Mesopotamia ke India, lalu ke China dan kemudian sampai ke Jepang.

Mengenai kapan kucing rumahan muncul dari perjalanan tersebut, Driscoll mengaku mereka tidak memiliki informasi untuk bisa menemukan perkiraan yang pasti.

Untuk memecahkan teka-teki tersebut, para ilmuwan meneliti catatan sejarah dan temuan arkeologi. Sebagai contoh, lukisan di makam-makam Mesir menunjukkan bahwa sekitar 3.600 tahun lalu kucing rumahan telah hidup di Mesir. Sementara tempat pemakaman yang berisi seekor kucing dan manusia berusia sekitar 9.500 tahun lalu baru-baru ini ditemukan di Cyprus.

Nah, guna mengetahui secara lebih rinci mengenai kebenaran teori itu, diperlukan kelengkapan penelitian tentang gen kucing. Itulah yang sedang dilakukan O’Brien dan rekan-rekannya, yakni memetakan material genetis dari kucing rumahan bernama Cinnamon, yang hidup di Columbia, Missouri. Mereka berharap bisa menemukan gen spesifik yang berhubungan dengan sifat jinak kucing.

Selasa, 20 April 2010

H5N1 (Flu burung) Ditemukan pada Kucing di Jerman


BERLIN: Di Jerman virus penyakit flu burung H5N1 ditemukan untuk pertama kalinya pada seekor kucing. Demikian keterangan institut untuk kesehatan hewan di pulau Riems. Kucing itu ditemukan mati di pulau Rügen. Sementara itu flu burung juga ditemukan di negara bagian Bayern. Dengan demikian penyakit itu sudah ditemukan di 5 negara bagian. Swedia sekarang melaporkan infeksi H5N1 yang pertama pada burung liar. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, virus berbahaya itu sudah ditemukan di 17 negara. Ethiopia menyatakan Selasa kemarin, penyakit flu burung mengakibatkan kematian ribuan ayam di bagian selatan negara itu. Penelitian hewan yang tewas akan dilakukan di Eropa untuk menjelaskan tipe virusnya. Demikian laporan kantor berita AFP.
Leluhur Kucing Rumah Ditemukan




kucing lokal,kucing rumah
kucing domestik




Penelusuran terhadap leluhur kucing rumahan telah mengantarkan para peneliti pada sejenis kucing liar yang kerabat dekatnya masih berkeliaran di gurun terpencil Timur Tengah saat ini.

Adapun perubahan kucing dari hewan pemangsa ganas menjadi binatang peliharaan lucu, menurut analisa genetis, diduga terjadi sekitar 10.000 tahun lalu. Itu adalah waktu ketika manusia mulai bercocok tanam. Artinya, kucing pertama yang bersahabat dengan manusia kemungkinan besar berperan sebagai pemburu tikus yang sering mengganggu biji-bijian yang disimpan manusia.

"Kami rasa itulah awal mula dari sejarah alam terjadinya hubungan manusia dengan kucing," kata Stephen O’Brien, seorang ahli genetik dari National Cancer Institute di Maryland, "yang mengubah pemangsa liar dan ganas menjadi teman dan hidup berdampingan dengan manusia."

Sampai sekarang para peneliti mengetahui sedikit saja tentang hubungan genetis antara berbagai jenis kucing, termasuk antara kucing liar dan kucing rumahan. Salah satu penyebabnya adalah karena kucing rumahan seringkali kawin dengan kucing liar, sehingga sulit bagi peneliti untuk membedakan antara kucing campuran rumahan dan liar dengan kucing yang benar-benar liar.


Kucing pun Ditawan dan Dipenjara oleh Israel




Dinilai ingin membantu para tahanan Palestina, Israel terpaksa memenjarakan seekor kucing.

Israel memenjarakan seekor kucing yang dituduh telah membantu para penghuni sel isolasi di kamp tahanan Negev, yang terletak di antara Mesir dan wilayah yang diduduki Israel.

Menurut pejabat Isreal, kucing tersebut membantu para tahanan Palestina dengan membawa barang-barang ringan seperti surat, roti dan lainnya dari satu sel ke sel lain.

Sepertinya kucing itu telah memberikan bantuan kepada para tahanan di sana selama berbulan-bulan hingga akhirnya ketahuan baru-baru ini.

Pengelola penjara memberikan hukuman yang sama kepada kucing tersebut. Ia dikurung dalam sebuah sel isolasi, seperti halnya para tahanan yang dibantunya selama ini.

Ada puluhan kucing liar yang berkeliaran di antara sel atau ruang tahanan di kamp dan penjara Israel, terutama di pusat-pusat tahanan terbuka seperti Negev.

Israel sengaja menjadikan kondisi penjara dan kamp tahanan dalam keadaan yang mengenaskan untuk menurunkan semangat hidup orang-orang Palestina. Melihat begitu banyak kucing yang berteman dengan para tahanan, kantor Administrasi Penjara Israel memutuskan untuk menyingkirkan dan menghukum kucing-kucing tersebut